
Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di Sekolah Dasar memiliki peran yang sangat penting untuk perkembangan peserta didik secara menyeluruh. Selain itu, kegiatan pembelajaran PJOK memberikan kesempatan siswa untuk menyalurkan berbagai bentuk aktivitas jasmani dalam berbagai pengalaman belajar.
Ada berbagai macam jenis pembelajaran PJOK di Sekolah Dasar, salah satunya senam lantai. Menurut Andriyani (2012: 4), senam lantai yaitu senam yang gerakannya dilakukan pada matras, unsurnya meliputi melompat, mengguling, meloncat, dan berputar di udara serta menumpu dengan tangan dan kaki. Aktivitas senam lantai yang dapat dilakukan untuk siswa diantaranya berputar ke depan (guling depan), guling belakang, sikap lilin, kayang, dan meroda.
Praktik keseharian dalam pembelajaran senam lantai adalah siswa merasa takut untuk mempraktikkan gerakan-gerakan, misalnya pada gerakan guling kedepan. Siswa merasa takut cidera, takut pusing, akibatnya badan terlihat kaku. Kekakuan badan tersebut justru menyebabkan gerakan menjadi tidak sempurna dan justru bisa mengakibatkan cidera. Untuk itu, guru ditantang mengajarkan senam lantai yang mudah dan tidak menakutkan bagi siswa. Berikut beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh guru agar mengajar senam lantai menjadi mudah dan tidak menakutkan bagi peserta didik.
1. Guru memberikan penjelasan bahwa senam lantai tidak akan memberikan cidera apabila dilakukan secara benar.
Cara yang benar melakukan senam lantai adalah siswa tidak boleh takut melakukan praktik senam lantai. Apabila siswa merasa takut maka akan menyebabkan tubuh menjadi kaku. Apabila tubuh kaku justru bisa mengakibatkan cidera. Sebelum melakukan senam lantai siswa diajak pemanasan terlebih dahulu. Hal ini dengan tujuan agar otot-otot yang akan digerakkan menjadi lentur dan mengurangi resiko cidera.
2. Guru memberikan contoh secara langsung gerakan-gerakan yang akan diajarkan.
Guru harus bisa memberikan contoh gerakan senam lantai secara langsung kepada siswa agar mereka merasa yakin bahwa gerakan senam lantai mudah dan tidak menakutkan. Gerakan contoh bisa dilakukan berulang-ulang oleh guru sehingga siswa paham urut-urutan gerakan yang benar.
3. Guru memberikan motivasi dan pendampingan pada saat siswa melakukan gerakan senam lantai.
Motivasi dan pendampingan sangat perlu diperhatikan agar siswa merasa aman saat melakukan gerakan. Motivasi selalu diberikan dengan memberikan umpan balik seperti pujian kepada siswa, sehingga siswa merasa yakin dan percaya diri saat melakukan gerakan. Selain motivasi, pendampingan merupakan faktor penting dalam segi keamanan untuk siswa. Ketika siswa melakukan gerak senam lantai guru harus selalu berada di dekat siswa sehingga siswa akan bersemangat dan tidak takut melakukan gerakan.
Demikianlah beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh guru agar mengajar senam lantai menjadi mudah dan tidak menakutkan bagi peserta didik. Dengan mengaplikasikan beberapa strategi tersebut diharapkan akan mempermudah guru dalam mengajar senam lantai di sekolah dasar. Kreatifitas guru juga sangat diperlukan dalam pembelajaran PJOK di Sekolah Dasar. Mudah-mudahan beberapa strategi pembelajaran ini dapat bermanfaat bagi Bapak Ibu Guru PJOK khususnya Sekolah Dasar.
Dina Kurniyawati (Guru PJOK)
